Fenomena bank Islam atau bank syariah lambat laun akan menjadi pilar dari masa depan umat Islam untuk membangun peradaban yang maju. Dalam hal ini Muhammadiyah menyebutnya sebagai peradaban berkemajuan pilar ekonomi. Hal ini disampaikan langsung Dr Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sambutan acara Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Muhammadiyah dengan Bank Muamalat Indonesia Tbk di Kantor Pusat PP Muhammadiyah Yogyakarta, pada Jumat (10/6).

Saat ini diakui bahwa umat Islam di dunia jumlahnya sekitar 1,7 miliar dengan kondisi perekonomian menengah kebawah, meskipun dunia Islam di kawasan Timur Tengah tergolong sebagai negara yang kaya. Sama halnya di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam, ada beberapa umat Islam yang tergolong orang kaya tetapi masih minoritas.

Ketertinggalan umat Islam dalam pembangunan peradaban ekonomi tidak boleh dibiarkan berlarut, karena itu Muhammadiyah yang telah berhasil dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, saat ini mulai merintis pembangunan pilar ekonomi.

“Muhammadiyah yakin dengan kekuatan Muhammadiyah yang mengelola AUM dalam berbagai bidang, termasuk di dalamnya bidang ekonomi, ini menjadi modal untuk membangun kekuatan ekonomi. Meskipun membangun itu tidak mudah, namun Muhammadiyah akan bekerjasama dengan berbagai pihak dalam membangun umat Islam menjadi umat yang berdaya secara ekonomi.”

Muhammadiyah akan terus membangun tidak saja AUM namun budaya-budaya wirausaha dan kerja produktif. “Kami yakin kerjasama ini menjadi satu langkah penting bagi kita bersama dalam membangun kekuatan ekonomi umat dan sekaligus memberi warna pada Indonesia dan umat muslim Indonesia termasuk Bank Muamalat bagian dari Indonesia,” tutup Haedar.

Sumber : http://suaramuhammadiyah.com