Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Pancasila adalah rumusan untuk mewujudkan nilai agama dalam konteks berbangsa dan bernegara. Esensi Pancasila sangat religius dan agamis. Karenanya, tidak ada alasan untuk mengatakan Pancasila tidak sejalan dengan agama.

Hal ini dikatakan Menag Lukman saat memberikan sambutan pada Rakernas Majelis Pandita Buddha Maetriya Indonesia (Mapanbumi) di Mahavihara Sejahtera Maetriya, Samarinda, Jumat (2/6).

Menurutnya, Pancasila menjamin setiap warga bangsa untuk melaksanakan perintah agama dengan tetap mengedepankan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Kita dapat menjalin pergaulan dengan prinsip saling menghormati nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh subur dalam taman sarinya pergaulan, saling menghormati perbedaan dan keberagaman dalam masyarakat yang majemuk,” paparnya.

Menag mengajak umat Buddha untuk terus memperkuat pemahaman terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa, pandangan hidup, ideologi bangsa. Pemahaman itu kemudian diwujudkan dalam semangat membangun rasa kebangsaan dengan sikap saling menghargai, mengedepankan dan mengembangkan nilai cinta kasih kepada masyarakat yang beragam. Kepada para pemuka agama, Menag berharap terus istiqamah dalam jalan membina kerukunan umat beragama.

“Semua perbedaan akan dapat